Muslim, naik motor ngga pake helm dosa???

Hai, hallo, apa kabar semua?!?!:D Ok, kalo melihat judul artikel kali ini, sepertinya bakalan jadi artikel yang lumayan heboh, lumayan kontroversial atau mungkin malah jadi norak dan biasa aja, entahlah. Tapi yang jelas lumayan panjang hehehe… Artikel ini muncul bermula dari rasa penasaran ane selama ini, jadi selama ini otak kecil ane selalu berpikir dan bertanya tanya soal, gimana sih hukum berlalu lintas dari sisi agama Islam?. Khususnya dalam hal pemakaian helm dalam berkendara. Dan pada akhirnya membawa ane untuk mengemukakan hal ini di salah satu forum online terbesar di Indonesia, sedikit sih yang menanggapi, tapi lumayanlah bisa jadi bahan buat nulis nih artikel heheheh….

Dalam diskusi di forum tersebut, ane mengajukan pertanyaan yang intinya tuh, gimana sih pandangan Islam soal hukum dalam suatu negara, apakah seorang muslim wajib menaati/mematuhi atau tidak? Dan ada salah satu user yang memberikan penjelasan dengan memberikan dalil berikut:

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemerintah) di antara kamu“. (Al-Nisaa: 59)

dan

 Sabda Nabi SAW: “Dengar dan taat adalah suatu hak kewajiban, selama tidak diperintahkan melakukan maksiat. Apabila diperintahkan melakukan maksiat, maka tiada dengar dan tiada ketaatan“. HR-Bukhari no:2796

Ok, dari hasil diskusi tadi, hasil tanya2 temen dan melihat 2 dalil di atas, IQ jongkok ane mulai berpikir dan mencoba mencari korelasi antara dalil di atas dengan UU lalu lintas yang berlaku di Indonsesia ini.

Helem standar
Bagi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helem Standar Nasional Indonesia (SNI) terkena Pasal 291 ayat (1) jo Pasal 106 ayat (8) dengan denda Rp 250.000.

Helem penumpang
Membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helem terkena pasal 291 ayat (2) jo Pasal 106 ayat (8) dengan denda Rp 250.000

Dari 2 pasal serta dalil di atas, kemudian ane menyimpulkan, bahwa tidak memakai helm itu bersalah di mata hukum negara dan hukum agama, yang berarti bisa di bilang berdosa bagi muslim yang melanggarnya. Dalil di atas dengan jelas menyebutkan bahwa seorang muslim wajib menaati perintah Allah, Rasull Allah dan ulil amri atau pemerintah (dalam hal ini pemerintah Indonesia), selama perintah tersebut bukan berupa perintah maksiat. Dan apakah memakai helm saat berkendara itu suatu maksiat di mata Islam?? Tidak menurut ane!! Menurut Anda?. Dan bukankah membahayakan diri sendiri dan orang lain itu juga di haramkan di agama Islam itu sendiri, sesuai dengan hadist berikut:

“Tidak ada bahaya dan tidak ada yang (boleh) membahayakan” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Lalu pertanyaan kembali bergulir di pikiran ane. Trus kalo ada orang pada mau ke pengajian, atau ziarah kubur dengan naik motor di jalan raya dan ngga pake helm tuh gimana ya? Hmmm…entahlah, mungkin pembaca bisa menilai sendiri, dan ane pun ngga berani menjudge mereka atau siapapun berdosa atau ngga, toh dosa atau ngga hanya Allah yang berhak menentukan. Seperti halnya hidup ini, hanya Allah yang tahu akan semuanya🙂. Ane pribadi bukannya sok suci, ane juga pernah naik motor ngga pake helm, nrobos lampu merah dan beberapa pelanggaran lainnya🙂. Ane di sini cuma pengen mengingatkan dan mengajak semua pembaca untuk lebih peduli akan keselamatan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita🙂.

Well, ane tahu, kalo opini ane di atas masih sangat bisa di perdebatkan, dan mungkin ane sedikit lancang udah sok2an bicara layaknya orang yang pinter agama, udah Haji 2 kali (macam haji Muhidin ama Maemunah di sinetron itu), atau layaknya ustad2 inpoteman yang sering nongkrong2 di tipi. Dan terlepas dosa apa ngga, naik motor pake helm menurut ane pribadi tetaplah penting, ingat, di kepala kita terdapat beberapa organ tubuh yang sangat vital, mulai dari mata, hidung, telinga, mulut sampe muka heheheh… Dan bukankah dengan menjaga anugrah dari Illahi adalah salah satu tanda kita sedang bersyukur kepadaNya.😀

Dan pada paragraf terakhir tulisan ini, ane hanya mau menyampaikan pesan yang terdengar klise atau mainstream. Safety riding, yeah… apapun motor anda, kombinasi jalan raya dan motor adalah sebuah kombinasi yang mematikan. Ibaratnya hampir tidak ada proteksi bagi tubuh kita kala sedang riding di jalanan, bisa di bilang naik motor tuh ibaratnya daging membungkus besi. Beda ama naik mobil yang bisa di ibaratkan sebagai besi membungkus daging. So, ngga salah kalo ane mengingatkan para pembaca untuk selalu melengkapi diri dengan perlangkapan riding yang baik, ane rasa harga helm, jaket, sarung tangan, sepatu atau celana panjang masih lebih murah ketimbang harga rata2 motor kita, bahkan mungkin masih lebih murah ketimbang besar cicilan motor kita per bulannya heheheh…:D. Jangan sampai deh, di tinggal pacar hanya karena tampang kita bonyok habis cium aspal :)).

Always wear your gears, sometimes it’ll save your life, or at least your skin.

NB: ane bukan penjual helm lho!

17 thoughts on “Muslim, naik motor ngga pake helm dosa???

    • hmm…soal urusan dosa apa ngga ane ngga bisa kasih jawaban bro, itukan urusan tiap individu sama tuhannya hehehehe…:D

      dan pertanyaan ente sama kayak pertanyaan ane sebenarnya😀 hehehehe…

      ok silahkan kalo mau tukeran link, ngga sekalian tukeran kolor nih hehehehe…:D

  1. Hahaha! Topik yang sangat menusuk sekali Bang!

    Aye setuju banget ama poin : MENJAGA ANUGRAH ILAHI.

    Gak usah taat agama & takut ama ayat-ayat untuk menanamkan diri bahwa pake helm itu “setidaknya” bisa nyelametin diri kita.

    Karena saat kita nyantolin kunci & nyalain motor, itu dah bikin kontrak maut ama malaikat Izrail hehehe….Ready or not aja buat mati.

    Meski…Yah, gak cuman pake helm aja sih masalahnya, tapi balik lagi ke ketentuan bawa motor : BISA & PAHAM.

    Soalnya banyak yang pake helm juga mokat karena celaka, ya karena mereka gak bisa naek motor, gak ngembangin diri, ngerasa bisa = Blinded by self-confidence.

    Jadi bagi aye, riding gak pake helm itu dosa, tapi lebih dosa lagi kalo ngerasa dah bisa naek motor tapi skill-nya pas-pasan…Toh para tentara & ksatria era Khalifah juga terus berlatih menunggangi kuda kan? Bahkan Nabi Muhammad SAW juga pasti latihan berpedang & strategi juga, even he’s a special one.

    Lah jadi bingung eike wakakaka😆

    • ngomong apa ya? hahahaha….

      yup, intinya kembali ke diri sendiri, even sekalipun skill kita sehebat rossi atau lorenzo, tetep aja, naik motor di jalan raya itu bahaya…:D. kalo ane pribadi sih, prinsipnya, skill ane cupu, makanya perlu peralatan lenong gitu hehehehe…biar kalo jatuh ngga parah2 amat lukanya,😀

      tapi kadang kesadaran akan hal2 kayak gini yang kurang, kadang perlu pemaksaan, entahlah, mungkin yang dipaksa2 gitu enak kali ya xixixix…

  2. terlepas dosa gak dosa, jujur ane kalau lihat orang riding di jalan raya gak pake helm kadang bingung
    harga helm open face yang merek v*g, dan helm2 lokal berSNI itu murah dan lumayan terjangkau, dipake enak lagi. Terus apa masalahnya kalau pake helm?

    • biar tampang kerennya kelihatan kali om heheheh…

      ngga usah bingung lah om, ane kalo liat itu ya paling ketawa dalam hati, ketawa kecil hehehe… anggep aja orang lagi latihan ilmu kanuragan, mengetes seberapa kuat kulita kepala ama kulit mukanya hihihi….

      Mungkin😮

Silahkan di komentari..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s